--> Skip to main content

+ Kisah Nabi NUH,Anak dan Istrinya Durhaka, Kaumnya Di Hantam Badai Besar

Biasanya Allah SWT Menurunkan rasul ke bumi di sebabkan manusia manusia di bumi banyak yang musyrik.

Menyembah berhala seperti menyembah patung patung, matahari, pohon.

Tentu hal tersebut semua datang karena godaan iblis. Yang tidak mau manusia berada dalam jalan yang lurus dan benar.

Karena iblis dendam sekali kepada adam. Karena adam iblis merasa dia di laknat oleh Allah swt dan menjadi mahluk yang hina.

Hal tersebut membuat iblis terus menerus untuk menggoda manusia, Agar sama tersesat sepertinya dan kelak di kemudian hari menempati neraka yang pedih bersamanya.

Setelah  wafatnya Nabi idris AS yang sebelumnya membawa risalah Allah agar manusia kembali ke jalan yang benar.

Perlahan manusia mulai lagi kembali ke jalan yang sesat. 

Melihat itu Allah SWT menurunkan kembali rasulnya, Karena Allah SWT ingin agar hamba hambanya berada dalam jalan yang benar dan lurus.

Kini Nabi Nuhlah yang terpilih menjadi Rasul untuk meluruskan umat yang pada saat itu banyak yang sesat karena menyembah berhala.

Kedatangan Nuh ini merupakan perintah Allah SWT untuk meluruskan kaumnya yang sesat. Seperti yang tercantum dalam al quran


UMAT NABI NUH PENYEMBAH BERHALA

Nabi nuh turun di utus untuk meluruskan umatnya, Yang pada saat itu melakukan perbuatan yang salah atau musyrik.

Jadi umat yang di sembah pada saat itu bukanlah Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi.

Namun Tokoh tokoh terkenal pada saat itu. Awalnya mereka membaut patung untuk mengenang tokoh tokoh tersebut.

Lama lama patung tersebut bukan lagi untuk di kenang, Melainkan di sembah layaknya tuhan.

Tentu ini sudah salah besar, dan termasuk perbuatan yang menyekutukan Tuhan.

gambar pondokislami.com

AKHIRNYA ALLAH SWT MENGUTUS NABI NUH 

Saat itulah nabi Nuh di utus  kepada umatnya.

Saat Nabi Nuh menyampaikan risalahnya membawa kebenaran dan menjelaskan jalan yang lurus kepada umatnya.

Bukan mendapat respon yang baik. Yang di dapat Nabi nuh hanyalah cercaan belaka bahkan Nabi Nuh di anggap sebagai manusia yang gila.

Mereka sampai menutup telingannya ketika Nabi Nuh memberitahukan kebenaran tersebut.

Karena kaumnya menolak ajakan nabi nuh, Bukannya menjadi beriman malah melawan dan berontak.

Akhirnya Nabi Nuh menyampaikan hal tersebut kepada Allah SWT.

Allah SWT menjawab orang yang menjadi pengikut Nabi Nuh Hanyalah 80 orang saja tidak lebih. 

Karena Nabi Nuh mendengar bahwa kaumnya sudah tidak lagi bertambah.

Akhirnya Nabi Nuh berdoa kepada Allah untuk membinasakan orang orang yang musyrik tersebut karena dia hidup di bumi hanya membuat kerusakan saja.

NABI NUH MENDAPAT PETUNJUK UNTUK MEMBUAT PERAHU

Allah swt mengabulkan permintaan nabi nuh untuk membinasakan kaumnya yang tidak mau beriman dan menyembah berhala. 

Nabi nuh di suruh untuk membuat kapal karena di kotanya akan terdapat sebuah badai yang besar.

Badai tersebut datang sebagai adzab dari Allah SWT karena orang orang tidak ada yang mau beriman. 

Akhrinya Nuh membuat perahu yang sangat besar, Dan perahu tersebut menjadi perahu terbesar yang pernah di buat sebelumnya. 

Allah SWT Memerintahkan ketika badai datang ajaklah hewan sepasang sepasang untuk naik kepreahunya.

MUNGKIN KARENA INI....

Mungkin karena tahu akan adzab yang akan menimpa kota tersebut. Yang sudah pasti akan meluluh lantahkan semuanya yang ada di dalam kota tersebut.

Agar hewan tetap lestari akhirnya di perintahkan untuk sepasang sepasang naik ke perahju nuh.

Sehingga di tempat lain nantinya hewan tersebut bisa berkembang biak dan populasinya tidak punah.

ANAK DAN ISTRI NUH YANG DURHAKA

Ketakutan nuh adalah ketika anak dan istrinya ikut ikutan seperti orang orang kafir.
yang menyembah berhala berupa patung patung.

Dan ternyata benar, Nuh melihat dengan mata kepala sendiri istri dan anaknya sedang menyembah patung patung itu bersama orang kafir.

Akhirnya Nabi Nuh AS bedoa kepada Allah SWT untuk menurunkan adzab kepada kaumnya yang kafir, Karena mereka cuma berbuat kerusakan. Jika melahirkan anakpun akan menjadi generasi yang merusak juga.

Allah SWT Mengabulkan permintaa Nabi Nuh AS.

AIR BAH KELUAR DARI TANAH PERLAHAN MENGGELAMKAN KOTA

Nabi nuh membuat perahu sesuai dengan petunjuk yang Allah berikan kepadanya bersama 80 kaumnya yang beriman.

Perahu sudah jadi, Kemudian Nabi Nuh AS dan 80 umatnya naik ke dalam perahu yang di buat sendiri itu.

Bersama juga hewan hewan yang berpasang pasangan.

Namun tidak dengan istri dan anak nuh.

Walaupun istri dan anak seorang Rasul, Tidak membuat istri dan anaknya menjadi beriman.

Dia memilih untuk tetap bersama orang orang kafir menyembah berhala patung patung sebagai tuhanya.

Seketika air air keluar dari permukaan tanah air tersebut terus keluar tanpa bisa di hentikan dan perlahan kota tersebut mulai tenggelam oleh air bah tersebut.

Nabi nuh bersama kaumnya dan hewan yang naik ke dalamnya selamat berada di dalam perahu.

NUH MELIHAT ANAKNYA DALAM KESUSAHAN 

Kondisi masih di atas perahu, Nabi nuh melihat anaknya yang sedang kesusahan.

Dia mencoba untuk menaiki puncak bukit yang paling tinggi agar selamat dari badai air bah yang luar biasa menggucang.

Sebelumnya nabi nuh sempat mengajak anaknya untuk beriman dan naik ke perahunya.

Namun anaknya menolak tetap kafir, dan terus menaiki puncak.

Seketika air bah menggulung bukit sampai puncaknya. Dan anak nuh terbawa oleh air bah tersebut dan tidak selamat. 

Inilah balasan terhadap orang orang yang durhaka dan tidak mau taat kepada Rasul dan Tuhannya. 

HIKMAH KISAH NABI NUH

Menjadi manusia yang menggunakan akal fikiran. Seperti menyembah berhala adalah perbuatan yang sia sia.

Karena sudah jelas berhala tersebut di buat dari bahan bahan bumi yang di buat oleh manusia.

Tidak mungkin akan mendatangkan keuntungan atau mengabulkan doa doa dan permintaan.

Seperti kaum nuh yang sudah di jelaskan bahwa menyembah patung patung itu salah. Lalu di benarkan bahwa Allah SWT yang harus di sembah.

Dengan kebodohannya, Kaumnya menolak bahkan menanyang nabi nuh untuk mendatangkan adzab oleh tuhannya.

Karena mereka menuduh Nabi Nuh cuma dusta.

Akhirnya mereka cuma menyesal karena tidak mau mendengar. Mereka mati kena hukuman karena tidak mau menjadi orang yang bertaqwa.

Karena sesungguhnay di dalam al quran manusia di ciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Bukan menyembah berhala seperti patung, batu atau matahari. 

Anak dan Istri Rasul tidak di jamin dalam keselamtan Allah SWT.

Rasul adalah utusan Allah SWT yang sudah pasti di bimibing kepribadinnya, ahlak dan kehidupannya karena dia menjadi tauladan umatnnya kelak.

Tidak untuk istri dan anaknya.

Karena pada kisah nuh, Walaupun Nuh seorang rasul dia tidak dapat menyelamatkan anak kandungnya sendiri serta istrinya.

Malah istri dan anaknya terkena adzab allah dan mati dalam keadaan kafir.

Itu artinya jangan kita mentang mentang anak kyailah, anak orang yang dermawan.

Karena semua tergantung pribadi masing masing.

Walaupun orang tuanya terkenal dermawan, banyak berbuat kebaikan.

Dan anaknya bandel, banyak berbuat dosa. Jangan berfikir akan selamat karena orang tuanya.

Karena semua perbuatan adalah tanggung jawab masing masing. 

SEKARANG SUDAH ADA AL QURAN SEBAGAI PERINGATAN UNTUK SEMUA MANUSIA

Jangan sampai kita seperti umat nabi nuh, yang bandel terkena adzab dulu baru menyesal.

Karena di al quran semua petunjuk untuk manusia ada.

Manusia bisa melihat kebenaran dengan membaca al quran.

Jangan menjadi manusia yang durhaka dan menentang seperti kaum nabi nuh.

Tidak mau kan adzab turun dulu, baru taubat atau menyesal?

Ambil kisah tersebut sebagai pelajaran untuk kita semua semoga menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat.
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar